Haii....perkenalkan namaku, Yang Que. Nama yang aneh yahh? hahahaha...yahh itu adalah nama unik yang diberikan oleh orang tuaku. Awalnya aku merasa malu dengan nama itu karena semua orang selalu menatapku aneh saat aku memperkenalkan diri. Mereka mengira itu adalah nama palsu yang aku buat-buat (kayak anak alay gitu dehh... ^_^). Tapi sekarang aku bersyukur, mama dan papa telah memberiku nama itu. Nama yang indah.. yang membuatku berbeda. Thank you mah, pah.. (っ˘з(˘⌣˘ )♥
Tadi aku baru baca koran dan melihat-lihat ada film apa saja yang sedang tayang hari ini, dan aku melihat ada film dengan judul Mika. Aku kaget dan berpikir.. "hahhh? apakah ini film tentang seorang cewek yang terkena skoliosis itu??". Aku perhatikan gambarnya dengan teliti..(yahh..karena gambarnya kecil sekali dikoran itu.. hitam putih pula..). Iyaa..benar.. cewek di gambar itu memakai brace, penyangga tubuh yang harus digunakan oleh si skolio untuk mencegah bertambah buruknya lengkungan tulangnya.
Waww...film ini..cerita yang dulu pernah q baca di sebuah buku yang menginspiratif para penderita skoliosis, sekarang telah di filmkan. Diangkat dari kisah nyata Indi dalam novelnya yang berjudul "Waktu aku sama Mika". Novel ini bercerita tentang kisah cinta Indi, yang menderita skoliosis, dan Mika, yang menderita HIV AIDS.
Kenapa film itu sangat membuatku antusias? yahh..karena aku pun menderita skoliosis. Kelainan tulang belakang yang masih jarang diperhatikan. Bahkan, banyak orang yang asing dengan kelainan ini. Banyak mungkin yang bertanya, "apa itu skoliosis?". Aku pun tak akan pernah tahu apa itu skoliosis kalau saja aku tak mengalaminya. :') Karena orang yang sehat cenderung tak mau tahu tentang penyakit, sampai mereka mengalaminya.
Aku ingat skoliosis ini pernah dibahas dalam pelajaran biologi di bangku SMP. Ada tiga macam kelainan pada tulang belakang, yaitu skoliosis (kelainan tulang belakang yang menyerupai bentuk S), kifosis (kelainan tulang belakang yang melengkung ke depan), dan lordosis (kelainan tulang belakang yang melengkung ke belakang). Saat itu, aku hanya sekedar mengetahuinya dan tak pernah terpikir kalau salah satu kelainan itu akan menimpaku.
Kelainan ini bermula saat kelas 6 SD. Saat itu sedang jamannya memakai tas selempang, jadi aku pun ikut memakainya. Aku memakainya setiap hari kesekolah.. Memikul buku-buku pelajaran yang bejibun. Sempat merasa pegal dan ingin mengganti tas gendong. Tapi dirumah gak ada tas gendong. aku jarang membeli tas. Yahh...kalo tasnya dirasa masih nyaman dan enak dipakai, gak akan beli yang baru. Sempat juga sih berganti tas, tapi tas yang dibeli malah tas cewek lagi. Tas yang hanya menitik beratkan beban disatu sisi. Kebiasaan ini terus berlanjut sampai aku duduk di bangku SMA kelas 2.
Bisa dihitungkan berapa tahun aku terbiasa memikul buku-buku sekolah yang berat itu di satu sisi pundakku? Enam tahun. Yahh..waktu yang cukup untuk mengubah bentuk tulangku yang masih dalam masa pertumbuhan.
Pantas saja aku merasa aneh dengan tubuhku. Kenapa aku sering pegal? Kenapa kalau duduk terlalu lama, aku gampang merasa lelah? Lebih baik tiduran dari pada harus duduk berjam-jam.. Kenapa bahuku keras sebelah? Temenku pun pernah merasa heran, "kenapa pundak kamu terlihat bungkuk dari sisi kanan? tapi kalo dari kiri tidak?". Saat itu, aku kira itu hanya masalah dudukku saja yang tidak tegak. Aku kira tak ada yang salah denganku. Ternyata itu salah.. dan aku telat menyadarinya.
Aku berharap, semoga dengan ditayangkannya film Mika, akan banyak orang yang mengetahui tentang kelainan ini. Kelainan yang bisa timbul dari kebiasaan yang tidak kita sadari. Kelainan yang bisa menimpa siapa saja.. terutama anak-anak yang dalam masa pertumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar