Minggu, 20 Januari 2013

Skoliosisku 2

Haii...hari ini aku mau melanjutkan kisahku, tentang skoliosisku. :')
Sebenarnya sejak awal-awal SMA aku dan juga papa sudah merasa ada yang salah dengan tubuhku. Aku sering merasa pegal dan bahu sebelah kananku terlihat lebih menonjol dan keras. Kami pernah memeriksakannya ke dokter, mencoba di rontgen, untuk melihat lebih jelasnya. Tapi...tak ada hasil. kata dokter bahuku baik-baik saja. Tak ada yang salah denganku. Akhirnya kami pun membiarkannya. Mungkin benar kata dokter..
Sampai suatu saat aku mendaftarkan diri di sekolah penerbangan. Yahh..cita-citaku dari kecil memang ingin jadi pramugari. Tapi bahasa inggrisku saat itu sangat buruk dan aku belum bisa dandan. hahaha... =D
Jadi pikirku walau aku tak bisa jadi pramugari, setidaknya aku bisa masuk di dunia penerbangan seperti papa. :) Untuk masuk di sekolah itu ada beberapa tes masuk, diantaranya ada tes tulis, tes kesehatan, dan terakhir tes fisik (lari, dsb).
Alhamdulillah aku lulus dalam tes tulis itu, tapi aku terganjal di tes kesehatan. Kagetnya waktu itu, karena dari hasil rontgen thorax, terlihat bentuk tulang belakangku yang melengkung. Kata dokter aku terkena skoliosis, kelainan tulang belakang yang menyerupai huruf s atau c. Mencoba menenangkan diri agar tak terlihat sedih. Aku tak mau papa dan mama melihat kesedihanku. Aku rasa aku telah mengecewakan mereka. Rasanya duniaku runtuh seketika. Aku harus mengubur dalam-dalam cita-citaku.
Setelah itu, aku dan papa pun mencari tahu tentang penyakitku ini. Akhirnya kami pergi ke dokter ahli orthopedi untuk di rontgen ulang dan meminta penjelasannya, apakah kelainan ini bisa disembuhkan? Tapi tulang yang telah berhenti masa pertumbuhannya sudah tak bisa diubah lagi. Kata dokter, kelengkungan tulangku ini tak akan bertambah. Yahh..karena aku telah melewati masa pertumbuhan. Untungnya kelengkunganku tidak terlalu parah walau nyaris parah, 35 derajat. Diatas 40 derajat sudah harus dioperasi tuh. Dokter juga bilang aku bisa beraktifitas secara normal layaknya orang biasa.
Sepulangnya ke rumah, aku membuka-buka hasil rontgenku yang terdahulu, saat ada masalah dengan pundakku. Aku mengamati bentuk tulangku dan yupp...ternyata tulangku telah melengkung saat itu. Yahh..maklum saja, saat itu aku pergi ke dokter umum. Andai aku memeriksakannya ke dokter yang tepat. mungkinkah akan lebih baik dari sekarang? Setidaknya aku masih bisa memakai brace dan mengoreksi kelengkungannyakan?
Mungkin uda jalan takdirku. :) Aku masih bersyukur setidaknya aku masih bisa beraktifitas secara normal dan sekilas masih seperti orang normal. Walau terkadang rasa pegal ini menggangguku. Hahahaha...
I'm scolio and I'm fine. :))

Sabtu, 19 Januari 2013

Harta atau Sampah?

Ketika kita mengakhiri suatu hubungan yang telah tejalin cukup lama, tentunya akan banyak kenangan yang tersisa. Kenangan-kenangan tersebut dapat berupa barang pemberiannya, ingatan (memori), sampai tempat favorit yang sering kita kunjungi bersamanya. :')
Lalu, bagaimana kita harus memperlakukan kenangan-kenangan ini setelah semuanya berakhir? Apakah masih kita anggap layaknya harta karun yang sangat berharga? Disimpan dalam kotak yang berlapiskan emas? (alay gila yahh? hahahaha... =D). Atau haruskah semua kenangan itu kita masukkan dalam kantong keresek hitam dan dibuang pada tempatnya? Dibuang jauh-jauh seakan barang itu takkan berguna lagi.
Tentu setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperlakukan kenangannya. Kalau dia pengen cepet move on, yahh sebaiknya cepet dikubur jauh-jauh deh tuh kenangan. Tapi kalau kayak aku gini, yang masih ngarep si dia balik lagi, semua benda kenangan itu bakal aku simpan baik-baik layaknya sebuah harta. hahahaha.... =D
Benda kenangan apa saja sih yang tersisa dari hubungan kandas itu? Berikut ini adalah benda kenangan yang aku miliki...

1. Foto bersama
      Jujur sih selama kita jadian begitu lamanya, kita cuma pernah sekali doang foto bersama. Parah bangetkan?? Makanya foto ini bakal aku simpan baik-baik. Setidaknya sampai aku menemukan penggantinya deh.. hahahaha...

2. Hadiah Ulang Tahun
         Ulang tahun pertama pada awal-awal jadian emang paling sweet deh.. Gimana nggak? Dia memberiku kejutan dan  hadiah yang spesial. Emang sih dia nggak ngasih boneka yang super besar seperti yang aku harapkan, dia hanya memberiku jaket. Tapi jaket itu membuatku merasa menjadi boneka. hahahaha... Karena jaketnya yang berbulu tebel, halus, dan berwarna putih, membuatku merasa jadi boneka beruang kutub. =D

3. Tiket Nonton Bioskop
         Masih nyimpen tiket bioskop? Buat apa? Hahahaha... Aku punya kebiasaan selalu menyimpan tiket bioskop yang telah kami tonton bersama. Gak penting yahh? Untuk sekedar mengenang saja, film apa saja yang pernah kita tonton. 

4. Diary
          Buku diary ini adalah teman curhatku. Dialah yang menyaksikan kisah kami. Dari awal kami jadian sampai berakhir. Kisah senang, cinta, sedih, marah, bertengkar, dan memahami. Sekedar untuk bernostalgia kelak. :')

Sekian benda-benda kenangan saat aku masih bersamanya. Bagaimana dengan kenangan kalian? Masihkah kalian simpan? :')

Film Mika dan Skoliosisku

Haii....perkenalkan namaku, Yang Que. Nama yang aneh yahh? hahahaha...yahh itu adalah nama unik yang diberikan oleh orang tuaku. Awalnya aku merasa malu dengan nama itu karena semua orang selalu menatapku aneh saat aku memperkenalkan diri. Mereka mengira itu adalah nama palsu yang aku buat-buat (kayak anak alay gitu dehh... ^_^). Tapi sekarang aku bersyukur, mama dan papa telah memberiku nama itu. Nama yang indah.. yang membuatku berbeda. Thank you mah, pah.. (っ˘з(˘⌣˘ )♥

Tadi aku baru baca koran dan melihat-lihat ada film apa saja yang sedang tayang hari ini, dan aku melihat ada film dengan judul Mika. Aku kaget dan berpikir.. "hahhh? apakah ini film tentang seorang cewek yang terkena skoliosis itu??". Aku perhatikan gambarnya dengan teliti..(yahh..karena gambarnya kecil sekali dikoran itu.. hitam putih pula..). Iyaa..benar.. cewek di gambar itu memakai brace, penyangga tubuh yang harus digunakan oleh si skolio untuk mencegah bertambah buruknya lengkungan tulangnya.
Waww...film ini..cerita yang dulu pernah q baca di sebuah buku yang menginspiratif para penderita skoliosis, sekarang telah di filmkan. Diangkat dari kisah nyata Indi dalam novelnya yang berjudul "Waktu aku sama Mika". Novel ini bercerita tentang kisah cinta Indi, yang menderita skoliosis, dan Mika, yang menderita HIV AIDS.
Kenapa film itu sangat membuatku antusias? yahh..karena aku pun menderita skoliosis. Kelainan tulang belakang yang masih jarang diperhatikan. Bahkan, banyak orang yang asing dengan kelainan ini. Banyak mungkin yang bertanya, "apa itu skoliosis?".  Aku pun tak akan pernah tahu apa itu skoliosis kalau saja aku tak mengalaminya. :') Karena orang yang sehat cenderung tak mau tahu tentang penyakit, sampai mereka mengalaminya. 
Aku ingat skoliosis ini pernah dibahas dalam pelajaran biologi di bangku SMP. Ada tiga macam kelainan pada tulang belakang, yaitu skoliosis (kelainan tulang belakang yang menyerupai bentuk S), kifosis (kelainan tulang belakang yang melengkung ke depan), dan lordosis (kelainan tulang belakang yang melengkung ke belakang). Saat itu, aku hanya sekedar mengetahuinya dan tak pernah terpikir kalau salah satu kelainan itu akan menimpaku.
Kelainan ini bermula saat kelas 6 SD. Saat itu sedang jamannya memakai tas selempang, jadi aku pun ikut memakainya. Aku memakainya setiap hari kesekolah.. Memikul buku-buku pelajaran yang bejibun. Sempat merasa pegal dan ingin mengganti tas gendong. Tapi dirumah gak ada tas gendong. aku jarang membeli tas. Yahh...kalo tasnya dirasa masih nyaman dan enak dipakai, gak akan beli yang baru. Sempat juga sih berganti tas, tapi tas yang dibeli malah tas cewek lagi. Tas yang hanya menitik beratkan beban disatu sisi. Kebiasaan ini terus berlanjut sampai aku duduk di bangku SMA kelas 2.
Bisa dihitungkan berapa tahun aku terbiasa memikul buku-buku sekolah yang berat itu di satu sisi pundakku?  Enam tahun. Yahh..waktu yang cukup untuk mengubah bentuk tulangku yang masih dalam masa pertumbuhan.
Pantas saja aku merasa aneh dengan tubuhku. Kenapa aku sering pegal? Kenapa kalau duduk terlalu lama, aku gampang merasa lelah? Lebih baik tiduran dari pada harus duduk berjam-jam.. Kenapa bahuku keras sebelah? Temenku pun pernah merasa heran, "kenapa pundak kamu terlihat bungkuk dari sisi kanan? tapi kalo dari kiri tidak?". Saat itu, aku kira itu hanya masalah dudukku saja yang tidak tegak. Aku kira tak ada yang salah denganku. Ternyata itu salah.. dan aku telat menyadarinya.
Aku berharap, semoga dengan ditayangkannya film Mika, akan banyak orang yang mengetahui tentang kelainan ini. Kelainan yang bisa timbul dari kebiasaan yang tidak kita sadari. Kelainan yang bisa menimpa siapa saja.. terutama anak-anak yang dalam masa pertumbuhan.